Etios Valco

Etios Valco adalah jawaban bagi mereka yang mencari hatchback, tapi merasa Toyota Yaris terlalu mahal. Mobil ini aslinya didesain oleh Toyota untuk mempenetrasi pasar otomotif di India, dan di negeri itu, Etios hadir juga dalam bentuk sedan.

Etios Valco hadir pada tahun 2013, dengan mengusung mesin 1,2 liter. Saat ini, Etios Valco di Indonesia hadir dalam empat varian yaitu JX, E, G, dan TOMS. Yang menarik dari mobil ini adalah harganya yang lumayan terjangkau untuk mereka yang tidak mau LCGC, tapi merasa Yaris terlalu berlebihan. Atau dengan kata lain, TAM memposisikan mobil ini untuk mengisi kekosongan produk antara Agya dan Yaris, yang harganya terpaut jauh.

Varian termurah (JX M/T) dihargai Rp 150 jutaan, dan termahal Rp 177 jutaan. Itu adalah harga yang biasanya tertera di mobil city car dengan ukuran yang juga mungil. Memang jangan berharap mendapatkan sesuatu yang istimewa dengan rentang harga segitu, namun tetap, banderol tersebut membuat Etios Valco terasa menarik.

Kenapa? Sekarang coba lihat, hatchback non-LCGC mana yang punya harga semurah ini? Kedua, dimensinya yang lumayan besar membuatnya memiliki kepraktisan yang juga lebih baik ketimbang city car yang harganya mirip.

Namun sekali lagi, ada harga ada rupa. Secara desain, Etios Valco memang bisa dibilang bukan yang paling menarik. Bentuknya yang mengotak kaku terlihat sudah termakan zaman. Belum lagi di bagian interior mobil ini hanya dibekali sistem hiburan dengan head unit Double DIN yang terlihat kuno dibanding rivalnya yang sudah menggunakan touch screen.

Belum lagi penempatan instrumen cluster yang berada di tengah dashboard yang, bagi yang belum terbiasa, cukup merepotkan. Penempatan macam ini sebetulnya memiliki nilai lebih yaitu pandangan pengemudi yang lebih luas ke bagian depan. Selain itu, ruang kaki di depan maupun belakang harus diacungi jempol karena terbilang lega.

Secara keseluruhan, kabinnya memang cukup memadai. Penggunaan waran hitam serta pendaran cahaya biru di dashboard membuat interior terasa sejuk. Dan jangan lupa, warna hitam membuat perawatan interior lebih mudah.

Dari sisi teknis, mesin Valco sudah mengandalkan keluarga mesin NR, tepatnya 3NR-FE dengan kapasitas 1,2 liter. Tenaganya mencapai 80 PS. Cukup untuk menghela mobil dengan dimensi panjang 3.775 mm ini. Sayangnya, mesin ini belum dilengkapi dengan teknologi VVT-i, plus, tidak tersedia varian dengan transmisi otomatis. Etios Valco TOM’s pun masih menggunakan transmisi manual 5-speed. Sepertinya hal ini yang membuat Valco kurang bersinar di jajaran porto folio produk Toyota di Indonesia.

Eksterior

Desain Eksterior Harus diakui, varian TOMS terlihat paling keren. Bentuk mengotak tegas dipadukan dengan aerokit, membuatnya terlihat sporty. Mulai dari bumper, side skirt, hingga spoiler diatas penutup bagasi. Dan jangan lupakan desain bumper belakang, yang terlihat tidak kalah sporty berkat imbuhan aksen diffuser.

Grille depan dengan dua bilah berlapis chrome menyiratkan guratan desain sebuah Toyota yang modern. Namun pada varian tertinggi ini, Toyota tidak memberikan fog lamp sebagai bawaan standar. Dan fog lamp tersebut bisa Anda temui di varian G.

Tidak ada lampu sein di rumah spion samping, karena lampu indikator belok itu ada di bagian fender. Sementara di bagian kaki Valco G dan TOM’s, terdapat velg alloy berukuran 15 inchi yang cukup atraktif dan selaras dengan desain body.

Biaya BBM Selama Kepemilikan

Sebagai mobil hatchback, tentunya diharapkan konsumsi bahan bakarnya juga sesuai. Dan memang itulah yang bisa dihantarkan oleh mobil rakitan Karawang ini. Mesin 1,2 liternya, meski belum dilengkapi dengan teknologi VVT-i, namun bisa memberikan 18 km/l (kombinasi) saat dikendarai secara dengan kepadatan lalu lintas Jakarta dan Bandung yang tidak bisa dibilang lenggang.

Hal ini tentunya lumayan bagus, meski kami rasa seharusnya bisa lebih baik lagi kalau ada teknologi bantu pembakaran tadi. Rasanya bobot mobil yang ringan, dan transmisi manual banyak berkontribusi untuk tercapainya angka tersebut. Namun harap diingat, konsumsi BBM tidak mengikat dan sangat bergantung kondisi eksternal saat dikendarai.

Suspensi Nyaman

Soal pengendaraan rasanya tidak terlalu istimewa. Suspensinya akan terdengar ke kabin saat sedang bekerja meredam permukaan jalan yang tidak rata. Namun untuk bermanuver di kecepatan sekitar 50-60 km/jam, kinerja kaki-kakinya bisa diapresiasi. Mobil terasa stabil dan menuruti perintah pengemudi dengan patuh.

Saat melaju diatas 100 km/jam pun Etios Valco cukup stabil. Manuver pindah jalur yang biasa terjadi di jalan tol bisa dilakoni dengan meyakinkan, meski ban dan lingkar kemudi sepertinya ‘jarang ngobrol’. Kemudi yang ringan memang sebuah kelebihan, namun saat Anda tidak bisa merasakan apa yang sedang terjadi dengan roda, tentunya ada rasa percaya diri yang berkurang.

Ruang penumpang memang patut diacungi jempol untuk sebuah hatchback mungil. Perjalanan luar kota (kami menguji Jakarta-Bandung via tol), tidak terlalu melelahkan meski duduk di belakang. Yang bisa menjadi catatan adalah, peredaman kabin harus ditingkatkan. Suara artikulasi roda mampu menginterusi kabin.