Alphard

Bagi orang Indonesia, mobil penumpang dengan kemampuan muat banyak adalah hal yang layak untuk dimiliki. Bahkan bagi seorang yang mengaku petrol head pun, pasti punya kendaraan yang muat banyak terparkir di garasinya, baik dalam bentuk MPV ataupun SUV.

Berbicara MPV, kultur orang Indonesia sangat menyukai mobil macam ini. Alasannya, ya itu tadi, muat banyak. Tidak heran, ada banyak kelas mobil MPV, dari mulai LCGC hingga MPV mewah seperti Toyota Alphard ini. Alphard, yang awalnya hanya dibuat untuk pasar Jepang, ternyata mendapatkan hati di pasar mobil mewah Indonesia (terima kasih pada para Importir Umum). Sebagai tambahan informasi, Alphard pertama kali diperkenalkan di Jepang pada tahun 2002, dan kini baru memasuki generasi ketiga.

Dan melihat ‘kencangnya’ jualan para IU, membuat Toyota Astra Motor tergelitik untuk memasarkannya melalui jalur resmi. Dan akhirnya, tahun 2012, prinsipal di Toyota di Jepang mengalah dan membuka keran ekspor Alphard (dan Vellfire) ke Indonesia dan beberapa negara Asia lainnya, plus Rusia. Khusus untuk Indonesia, Alphard sudah dua generasi yang dijual. Terbaru meluncur beberapa bulan sebelum gelaran GIIAS 2015 lalu, bahkan lengkap dengan varian hybrid.

Sebagai MPV mewah, tentu saja mobil ini dibekali beragam fitur yang menggiurkan. Mulai dari jok tengah model captain seat berbalut kulit berkualitas, hingga pengendaraan yang akan membuai siapapun. Setiap kursi sudah dilengkapi dengan pengaturan elektrik. Di pasar Indonesia, Alphard memang tidak berjalan sendiri di segmennya. Nissan mencoba menghadirkan Elgrand yang pada akhirnya harus mengakui keperkasaan Alphard, yang memang lebih dulu populer.

Secara desain, Alphard terbaru memang mengundang kontroversi, meski pada akhirnya semua menyukai mobil dengan panjang 4.915 mm ini. Grille depan yang besar menganga dari kap mesin yang tinggi hingga ke bumper. Lapisan chrome-nya membuat mobil ini terlihat garang. Ada alasan tersendiri kenapa bentuk grille-nya seperti itu, silahkan baca di bawah.

Alphard hadir dengan tiga varian, dan dua pilihan mesin. Yang pertama adalah 2.5 G, kemudian dibawahnya ada 2.5 X, dan tertinggi 3.5 Q. Angka yang berada di depan huruf merepresentasikan jenis mesinnya yaitu 2.5 liter 4-silinder dengan kode 2AR-FE, dengan tenaga maksimum 182 PS. Kalau merasa familiar, itu karena jantung mekanis itu serupa dengan Toyota Camry. Khusus untuk varian 3.5 Q, dibekali dengan mesin V6, dengan tenaga yang impresif: 275 PS.

Exterior

Interior